
Sholat Dhuha adalah sholat sunat yang dikerjakan pada waktu dhuha atau ketika matahari naik setinggi tombak, kira-kira sekitar jam 7 sampai jam 11 pada waktu ketika tergelincirnya matahari. Untuk jumlah rakaat dalam mengerjakan sholat dhuha sendiri bisa berjumlah mulai dari dua rakaat, empat rakaat, delapan rakaat, dan yang paling banyak berjumlah dua belas rakaat.
Sholat sunat yang satu ini merupakan salah satu sholat sunat yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah karena memiliki banyak keutamaan dan manfaat, diantaranya adalah:
1. Mendapatkan pahala seperti orang yang bersedekah
2. Dicukupkan segalanya kebutuhanya oleh Allah SWT
3. Sholat dhua dua belas rakaat di pagi hari akan diganjar sebuah rumah disurga
4. Sebagai penggugur dosa
5. Dibuatkan pintu khusus di surga, seperti yang dijelaskan dalam hadits,
Dari Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad saw bersabda:
"Sesungguhnya disurga ada slaah satu pintu yang dinamakan pintu Dhuha, bila datang hari kiamat malaikat menjaga surga memangil; mana ia yang melazimkan shalat Dhuha? Inilah pintu kalian maka masukilah dengan kasih sayang Allah." (HR.Thabrani).
Niat dan tata cara mengerjakan sholat sunat dhuha:
1. Membaca niat
اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
Usholli sunnatadh dhuha rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa'an lillaahi ta'aalaArtinya:
"Aku niat sholat sunat Dhuha dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta'ala".
Niat sholat dhuha 4 rakaat
اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
Usholli sunnatadh dhuha arba'a roka'aatin mustaqbilal qiblati adaa'an lillaahi ta'aalaArtinya:
"Aku niat sholat sunat Dhuha dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta'ala".
2. Melakukan gerakan sholat pada umumnya, dianjurkan untuk membaca surat As-Syamsi pada rakaat pertama dan membaca surat Adh-Dhuha pada rakaat kedua
3. Setelah selesai mengerjakan sholat sunat dhuhua di sarankan untuk berdzikir dan membaca wirid terlebih dahulu
4. Ditutup dengan membaca doa setelah sholat sunat dhuha:
اَللّٰهُمَّ
اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ
جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ
عِصْمَتُكَ
اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana
fil-ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana
haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika
wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa
aataita 'ibaadakash-shalihiin.
Artinya:
"Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu,
keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan
adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu".
"Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah,
apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar
mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan
kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku
apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh".
Demikianlah penjelasan singkat tentang panduan lengkap niat tata cara dan bacaan doa sholat sunat dhuha. Kami memohon maaf apabila ada kekurangan dan keterbatasan dalam menyampaikan informasi. Semoga Allah selalu melindungi dan menuntun kita semua menuju jalan yang diberkati oleh-Nya. Amin.